“Intinya, kita ingin pendalaman pasar uang supaya lebih likuid. Pasar uang domestik nantinya juga mampu menyerap guncangan eksternal,” kata Agus.
Pasar yang dalam, di sisi lain, bisa menguntungkan Indonesia untuk menjaga arus modal asing supaya lebih lama bertahan di dalam negeri.
Selama ini investor asing terbiasa masuk ke Tanah Air lewat portofolio atau saham. Ketika kondisi dianggap buruk, mereka langsung pergi.
“Bila sudah ada pendalaman pasar, maka investor punya pilihan menanamkan uangnya di term deposit valas,” pungkasnya.












