JAKARTA – Meningkatnya tekanan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan kebutuhan untuk memitigasi dampak negatif perubahan iklim terhadap sektor pertanian, telah mendorong konsep ekonomi sirkular yang tidak hanya ‘ambil-buat-buang’ namun juga mendorong upaya regenerasi sistem secara alami.
Pada isu lingkungan global, ekonomi sirkular hadir sebagai solusi fundamental yang mendukung komitmen dunia untuk mencapai target iklim dan Sustainable Development Goals. Konsep ini diusung Bank Indonesia dalam gelaran Asia-Pacific Rural and Agricultural Credit Association (APRACA) – Regional Policy Forum dan the 78th Executive Committee Meeting di Bali (26/5) yang mengusung tema “The Strategic Role of Agricultural Finance in Advancing the Circular Economy“.
Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyebutkan terdapat tiga langkah strategis yang dapat diambil oleh pelaku sektor keuangan dalam mendukung pengembangan ekonomi sirkular, yaitu:
Pertama,memperluas akses pembiayaan melalui pengembangan solusi inovatif yang mampu mengatasi hambatan terkait agunan;
Kedua,menciptakan dan mengembangkan produk-produk keuangan yang selaras dengan prinsip dan praktik ekonomi sirkular;













