BI dan Polri telah lama menjalin kerja sama tukar menukar data/informasi dalam hal penanggulangan tingkat pemalsuan uang dan penanggulangan tindak kejahatan perbankan. Kualitas dan kecepatan perolehan data dan informasi merupakan salah satu faktor penting dalam penanggulangan tindak pidana.
Dalam bidang pengamanan dan pengawalan, jelasnya BI dan Polri telah lama bekerja sama dalam hal pengawalan pengangkutan uang Rupiah antar kantor BI. Selain itu, BI dan Polri juga akan bekerja sama dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh badan usaha yang melakukan kegiatan manajemen kas dan pengolahan uang. “Dalam hal ini BI membina dan mengawasi aspek kegiatan manajemen kas dan pengolahan uang sedangkan Polri terkait aspek pengamanannya,” urainya.
Sedangkan dalam bidang penegakan hukum, kerja sama antara BI dan Polri meliputi aspek tindak pidana terhadap mata uang seperti pidana pemalsuan uang, tindak pidana di bidang sistem pembayaran dan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA). “Tindak lanjut yang akan dilakukan antara BI dan Polri setelah pelaksanaan Nota Kesepahaman ini adalah perumusan Pedoman Kerja pelaksanaan teknis secara bersama-sama oleh pejabat berwenang dari BI dan Polri. Hal ini dilakukan paling lambat 6 (enam) bulan setelah Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani,” pungkasnya.














