Bank-bank di Indonesia telah melaporkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratios / CAR) yang jauh di atas angka minimum yakni 8%, dengan aturan baru yang mengharuskan tingkat CAR ditetapkan sampai 14%, sementara NPL berada di angka 2%.
Meski demikian, RBS menyebutkan bahwa BI perlu memperketat kondisi likuiditas domestik dengan menaikkan tingkat FASBI.
Tujuannya untuk menghindari risiko kenaikan inflasi yang tidak terkendali, sehingga tingkat FASBI tidak naik mendahului kebijakan yang ditetapkan BI pada akhir kuartal tahun ini. BI rate akan berada di angka 5,75%.
“Ketertarikan asing atas saham dan obligasi di Indonesia masih dalam kondisi sehat, dengan kondisi pasar ekuitas naik lebih dari 13% (dalam USD) dan kepemilikan asing atas obligasi di Indonesia sekitar 32%. Oleh karena itu, ada sedikit kemungkinan tekanan pelemahan atas Rupiah sampai akhir semester pertama 2013. Namun, perkembangan positif ekonomi Indonesia akan membuka jalan bagi Rupiah untuk menguat menuju 9500 pada akhir 2013,” ungkap Enrico.













