Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, juga memberikan apresiasi kepada Indonesia atas upayanya menjaga stabilitas perekonomian dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Lagarde mengingatkan bahwa kebijakan ekonomi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara, sehingga tidak bisa disamakan. Namun secara garis besar, ada lima hal yang perlu tetap dijaga dalam kondisi saat ini, yaitu: pertama, memperkuat baris pertahanan pemerintah melalui kebijakan fiskal; kedua, mengendalikan pertumbuhan kredit agar tidak terlalu berlebihan; ketiga, menjaga fluktuasi nilai tukar; keempat, menjaga kecukupan cadangan devisa, dan kelima, membangun pengawasan dan pengaturan sektor keuangan yang solid. Untuk itu, Lagarde juga mengingatkan pentingnya Pemerintah di setiap negara berpegang pada 4-I, yaitu Inovasi, Integrasi, Infrastruktur, dan Inklusifitas.
Pembahasan dalam konferensi BI-IMF hari ini dibagi menjadi tiga subtema, yaitu Financing for Development, Mobilizing Resources for Development, dan Financial Deepening and Inclusion.
Bertindak sebagai panelis adalah tokoh-tokoh pemerintahan dan lembaga di Asia, antara lain Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro; Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad; Deputy Governor dari Reserve Bank of India, Urjit Patel; dan Deputy Governor dari Bank of Japan, Hiroshi Nakaso. Selain itu, konferensi dihadiri pula oleh berbagai lembaga bidang ekonomi dan pelaku pasar keuangan.













