JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi Agustus 2015 mengalami perlambatan sebagaimana pola koreksi harga pascalebaran. Inflasi IHK pada Agustus 2015 tercatat sebesar 0,39% (mtm) atau 7,18% (yoy), melambat dari bulan sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan BI. Hal tersebut didorong oleh deflasi kelompok administered prices dan inflasi inti yang relatif terkendali. “Dengan demikian, inflasi IHK selama Januari-Agustus 2015 mencapai 2,29% (ytd),” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (1/9).
Menurutnya, inflasi inti tercatat sebesar 0,52% (mtm) atau 4,92% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan biaya pendidikan dan makanan jadi. Namun, tekanan inflasi inti masih cukup terkendali, didukung oleh ekspektasi inflasi yang terjaga dan kegiatan ekonomi domestik yang melambat.
Kelompok barang yang diatur Pemerintah (administered prices) mengalami deflasi sebesar 0,45% (mtm) atau 12,32% (yoy). Hal ini disumbang oleh koreksi berbagai tarif angkutan, terutama angkutan udara, angkutan antar kota, dan kereta api. Sementara itu, kelompok volatile food mengalami inflasi dan tercatat sebesar 0,95% (mtm) atau 9,65% (yoy).














