JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mengajak kepada seluruh pihak untuk ikut serta dalam peduli uang koin dengan menyelenggarakan Gerakan Peduli Koin di Lapangan Lenggang IRTI Monas, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat dalam penggunaan uang koin sebagai alat pembayaran yang sah, meningkatkan efektivitas uang koin, dan menyediakan fasilitas kepada masyarakat yang akan melakukan penukaran uang koin.
Acara diresmikan oleh Deputi Gubernur BI , Ronald Waas, dan dihadiri pula oleh walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, beserta pimpinan perbankan di Jakarta, Jumat (24/6) hingga Sabtu (25/6).
Ronald Waas mengatakan uang koin adalah alat pembayaran yang sah di Republik Indonesia. Namun umumnya uang koin ini tidak beredar di masyarakat.
Dalam satu dasawarsa terakhir, BI telah mengeluarkan uang koin sekitar Rp 6 Triliun, namun yang kembali ke BI hanya Rp900 miliar atau 16% dengan tren semakin menurun. Hal ini disebabkan budaya masyarakat yang masih menganggap uang koin bukan sebagai alat transaksi. Kondisi tersebut menyebabkan sirkulasi peredaran uang Rupiah khususnya uang koin di masyarakat tidak optimal.
Oleh karena itu, melalui Gerakan Peduli Koin, bank sentral mengajak masyarakat untuk peduli terhadap uang koin Rupiah sebagai alat transaksi pembayaran. Kegiatan yang dilaksanakan pagi ini merupakan bagian dari Gerakan Peduli Koin Nasional yang telah dicanangkan pada tahun 2010 melalui penandatangan Nota Kesepahaman, antara Gubernur BI, Menteri Perdagangan, dan Ketua APRINDO.












