“Melalui program ini, diharapkan pondok pesantren tumbuh, daerah tumbuh, ekonomi tumbuh”, demikian disampaikan Zulkifli.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyampaikan pesantren bukan hanya pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga kekuatan ekonomi umat yang mampu menjadi garda depan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Melalui ekosistem digital, kita ingin secara berjamaah membangun pesantren agar tumbuh kokoh, berkah dan berkelanjutan,” ujar Destry.
Untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesantren, BI menginisiasi pengembangan kelembagaan pesantren yaitu Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) dan Koperasi Digital Pesantren Nusantara.
BI juga mengembangkan virtual market “Pesantara” yang memfasilitasi transaksi antar pesantren, penawaran kerja sama, dan akses pembiayaan dari ekosistem Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), dan lembaga keuangan syariah lainnya.
Inisiatif ini sejalan dengan mandat BI dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah.
Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan didukung Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, meluncurkan program Dukungan Ekosistem Holding Business Digital Pesantren, sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah dan lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan.














