Program ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi bisnis antar pesantren sekaligus memperluas jaringan kemitraan dengan lembaga keuangan syariah, pemerintah, dan pelaku usaha.
Melalui platform “Pesantara”, pesantren dapat memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir, mengoptimalkan aset produktif, serta memperluas akses pembiayaan syariah.
Kontribusi pesantren dalam penguatan ketahanan pangan ini sejalan dengan komitmen BI dalam memperluas rantai nilai halal (halal value chain), khususnya di sektor makanan dan minuman halal.
Pesantren menjadi penyedia pasokan pangan yang sesuai dengan prinsip halal perlu didukung dengan upaya pengolahan lebih lanjut yang memenuhi standar kehalalan dan berdaya saing global.
Mendukung upaya tersebut, BI berkolaborasi dengan Islamic Chef and Culinary of Indonesia (ICCI), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan World Islamic Chef’s Association (WICS), menggelar Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) yang ke-3 di Jakarta (8/10), sebagai rangkaian ISEF ke-12.
Kompetisi ini menjadi ajang untuk memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem halal global melalui inovasi dan kolaborasi kuliner halal.
Gelaran ini juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjadi pusat rujukan kuliner halal dunia melalui kreativitas, sinergi, dan nilai kehalalan yang unggul.














