JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1436 H/2015 dengan mempersiapkan pelayanan sistem pembayaran tunai dan non tunai yang optimal agar dapat melayani kebutuhan masyarakat. BI memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadhan dan Idul Fitri 1436H/2015 sebesar Rp 119,1 – Rp 125,2 triliun, sementara realisasi outflow pada tahun sebelumnya sebesar Rp 124,8 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara memperkirakan proyeksi outflow tersebut akan didominasi oleh uang pecahan besar (Rp.20.000 ke atas) yang diperkirakan akan mencapai 91,7% dari total outflow. Sisanya sebesar 8,3% merupakan pecahan kecil (Rp10.000 ke bawah). Outflow tertinggi diperkirakan terjadi di Pulau Jawa (32%), diikuti Kota Jakarta (29%), Sumatera (20%), Sulampua dan Bali Nusa Tenggara (11%) dan Kalimantan (8%). “Persediaan uang ini dinilai sangat mencukupi dalam memenuhi proyeksi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Idul Fitri1436 H/2015, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan,” jelasnya.
Menurutnya, pada periode Ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhan uang di masyarakat baik tunai maupun non tunai mengalami peningkatan, dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan transaksi di masyarakat. Untuk itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai, BI melakukan optimalisasi distribusi dan persediaan uang tunai di Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di daerah. Dari sisi non tunai, infrastruktur dan layanan sistem pembayaran juga telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan transaksi pembayaran non tunai baik melalui sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) maupun Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) khususnya dengan diimplementasikannya SKNBI Generasi II pada tanggal 5 Juni 2015 yang lalu.














