Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan II 2018 tercatat 4,51% (yoy). Pertumbuhan ekspor triwulan II 2018 tumbuh signifikan 10,79% (yoy) setelah sebelumnya kontraksi 2,35% (yoy), namun diikuti oleh impor yang meningkat tajam 87,79% (yoy), dari sebelumnya 52,80% (yoy).
Pangsa ekspor terbesar adalah timah (81,27%), dan pertumbuhan ekspor meningkat seiring dengan perbaikan harga timah dunia dan realisasi ekspor timah yang di triwulan sebelumnya sempat tertahan karena belum selarasnya peraturan ekspor tambang yang baru.
Dari sisi inflasi, inflasi Bangka Belitung triwulan II 2018 terkendali di 2,55% yoy, lebih rendah dibanding inflasi nasional 3,12%. Bangka Belitung juga memiliki potensi pariwisata yang besar, salah satunya adalah Tanjung Kelayang di Pulau Belitung yang dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional.
Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, KPw BI Bangka Belitung yang telah beroperasi 27 November 2014 hadir dengan menjalankan fungsi penuh yaitu pertama, advisory, komunikasi, dan koordinasi kebijakan; kedua, melakukan pengembangan ekonomi dan UMKM; ketiga, melakukan asesmen, statistik, survei, dan liason; dan keempat, operasional sistem pembayaran dan pengedaran uang rupiah.













