Pembukaan KPw di Provinsi Babel ini jelas Agus Marto merupakan komitmen nyata BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkesinambungan. KPw Provinsi Babel ini akan berfungsi penuh secara bertahap di bidang moneter, stabilitas sistem keuangan (SSK), sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah, serta manajemen intern. Peran BI sebagai advisor strategis Pemda, khususnya untuk mendukung upaya reformasi struktural, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah. “Kami ingin menjadikan kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah sebagai mitra strategis bagi Pemda,” kata Agus.
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi, mendukung penuh berdirinya Kantor Perwakilan BI di Provinsi Babel dan berharap dapat meningkatkan sinergi dengan Pemda sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Pada acara peresmian tersebut, sekaligus dilakukan penandatanganan MoU antara BI dengan Universitas Bangka Belitung dalam rangka pengembangan mata kuliah kebanksentralan dan bantuan dana penelitian. Hal ini sebagai wujud nyata dukungan BI di sektor pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada 10 kelompok tani dari Kabupaten Bangka Tengah. “Kami juga akan memperluas jaringan kantor Bank Indonesia di daerah, dari sebelumnya 30 provinsi menjadi 34 provinsi. Selain di Bangka Belitung, akan dibuka Kantor perwakilan baru di tiga provinsi lainnya yakni Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara”. Dengan dibukanya KPw Babel, Bank Indonesia memiliki 42 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan 4 Kantor Perwakilan Luar Negeri, yaitu di Singapura, Tokyo, London dan New York,” jelas Agus Marto.














