“Eduwisata Kampung Organik Brenjonk yang diresmikan pada hari ini diharapkan dapat berkontribusi positif bagi perkembangan Kabupaten Mojokerto, baik dari sisi kapasitas ekonomi maupun sumber daya manusia,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng, pada sambutan peresmian.
Dia menjelaskan, program pemberdayaan Eduwisata Kampung Organik Brenjonk menjadi wujud nyata program sosial yang dilakukan BI untuk mendorong pengembangan usaha tani organik di wilayah tersebut menjadi lokasi eduwisata.
Model kampung organik yang dikembangkan meliputi pengolahan sumber daya alam di area pemukiman warga dan persawahan serta area tadah hujan, dengan menurunkan asupan kimia dan penggunaan pestisida kimia untuk tanaman padi dan jagung. Sementara untuk lahan pemukiman, komunitas ini mendorong pembangunan rumah-rumah sayur organik untuk skala keluarga.
Saat ini, jelasnya telah berdiri kurang lebih 130 unit green house yang memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah penduduk yang dikelola sebagian besar oleh ibu rumah tangga, dengan memanfaatkan kalender tanam yang disusun dan diatur secara cermat. Hasil produk telah didistribusikan ke pasar modern dan restoran, sebagai produk organik berkualitas premium.















