JAKARTA-Bank Indonesia (BI) siap memenuhi kebutuhan uang rupiah periode Ramadhan/Idul Fitri 2018 melalui peningkatan distribusi dan persediaan uang di Kantor Pusat (KP) dan Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw DN) BI.
Selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2018, kebutuhan uang tunai secara nasional diperkirakan meningkat sebesar 15,3% (yoy) menjadi Rp188,2 triliun dibandingkan periode 2017.
Direktur Eksekutif Departemen Komunukasi BI, Agusman menjelaskan untuk mendukung upaya tersebut, BI mengintensifkan kerjasama dengan penyedia jasa transportasi baik darat (kereta api), laut (kapal penumpang dan kapal barang) dan udara (pesawat), mengoptimalkan peran Kas Titipan untuk melakukan distribusi uang, mengoptimalkan kegiatan Kas Keliling, dan memanfaatkan jaringan distribusi bank dan nonbank untuk menjangkau masyarakat di tingkat kecamatan dan desa melalui Layanan dan Program BI Jangkau.
Selain pemenuhan kebutuhan uang rupiah, BI juga menyediakan layanan penukaran uang pecahan kecil di pusat kegiatan/landmark dan di daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
“Bekerjasama dengan perbankan, BI memperbanyak jumlah titik penukaran Uang Pecahan Kecil di seluruh tanah air serta memperpanjang waktu penukaran di pusat keramaian baik dari sisi waktu maupun hari melalui program “Rupiah untuk Negeri”,” jelasnya.















