Lebih lanjut, Juda menjelaskan, inflasi bulanan yang terjadi Februari 2013 lebih disebabkan oleh kenaikan harga 13 komoditas pangan, terutama sayur-mayur. Dengan demikian, lanjut dia, inflasi lebih bersifat temporer dan akan kembali menurun pada bulan-bulan selanjutnya. “Ada 13 komoditas yang mengalami inflasi, sifatnya temporer lebih diakibatkan oleh volatile food,” jelas dia.
Kendati demikian, dia yakin Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan memiliki upaya solutif untuk mengendalikan inflasi yang besarannya tidak terlalu tinggi tersebut. Inflasi yang terjadi di Februari 2013, karena terkait dengan sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintah. “Jika peningkatan angka inflasi terjadi berlarut-larut dan menciptakan kejutan-kejutan, pemerintah perlu untuk me-review beberapa kebijakan yang sedang berlaku. Yang perlu dilihat, kalau terjadi shock, maka perlu di-review secara reguler. Tetapi, (saat ini) secara fundamental inflasi terkendali,” pungkas dia.













