Oleh: Saiful Huda Ems
Di tengah gonjang-ganjingnya persoalan sosial, politik dan ekonomi nasional, dimana rakyat mulai marah dan mengalami krisis kepercayaan pada praktik-praktik penegakan hukum di Indonesia yang penuh rekayasa dan tebang pilih, juga persoalan dunia pendidikan yang mulai menyimpang jauh dari visi dan misinya, seperti berkembang biaknya trend komersialisasi kampus atau dunia pendidikan di dalam negeri, Presiden Jokowi bukannya tanggap, tangkas dan gesit merespon semua persoalan itu dengan baik.
Namun yang terjadi sebaliknya, Presiden Jokowi seakan tak mau peduli.
Jokowi malahan semakin menjadi-jadi dan mengukuhkan dirinya sebagai biang kerok dari semua persoalan nasional tersebut.
Betapa tidak rakyat yang marah karena super mahalnya biaya masuk Perguruan Tinggi dari yang Swasta hingga Negeri, rakyat dari segala lapisan dan dari segala profesi, mulai dari tukang bangungan, pedang-pedagang di Pasar hingga para Advokat, politisi dan akademisi juga mentertawakan proses hukum atas kasus kematian Vina di Cirebon yang sangat terang benderang, namun lagi-lagi masih ditutup-tutupi kebenarannya.
Pun demikian dengan kemarahan rakyat pada kasus-kasus korupsi raksasa yang sampai saat ini masih tidak jelas penangannya, Presiden Jokowi tidak berusaha tampil sebagai leader yang berwibawa dan cerdas untuk turut serta menyelesaikan persoalan kacau balaunya dunia pendidikan itu, juga tidak berusaha mendesak semua aparat penegak hukum agar lebih cepat dan lebih serius lagi menyelesaikan berbagai kasus-kasus hukum besar yang menyita perhatian publik itu.











