Ini artinya masa jabatan pejabat DPA akan ditentukan semaunya sendiri.
Ironisnya, DPA ini sudah dibubarkan semenjak tahun 2003 di masa Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, kenapa sekarang mau dihidupkan lagi?.
Kita patut curiga, lembaga ini (DPA) mau dihidupkan lagi karena Presiden Jokowi setelah Oktober 2024 nanti akan jadi pengangguran dan dikejar-kejar banyak persoalan hukum yang menjerat diri dan keluarganya.
Karena itulah sangat mungkin sekali Jokowi nantinya ingin menduduki sebagai Ketua DPA dan dari sana Jokowi bisa mengatur-ngatur presiden sesuka hatinya.
Sudah menjadi rahasia umum, bisnis Martabak dan Pisang anak Sang Tuan bangkrut.
Namun anehnya harta kekayaan Sang Pangeran-Pangeran itu kok malah melesat menjadi ratusan miliar.
Jika bukan karena pengaruh kedudukan Sang Papa Nepotis, mana bisa semua ini terjadi?
Berfikir realistis dikitlah…
Mungkin karena Jokowi telah terilhami oleh sosok politisi senior mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew (1959-1990) yang dianggap sebagai Pahlawan Negara Singapura Modern, karena kepemimpinannya dalam mengubah Singapura dari negara baru miskin menjadi sebuah negara maju, hingga syahwat berkuasa Jokowi terpancing untuk mengikuti jejaknya.












