Artinya, tantangan utamanya bersifat struktural.
Skala pembelian kecil membuat harga pokok barang lebih tinggi.
Sistem pencatatan manual menyulitkan pengawasan.
Manajemen berbasis relasi personal sering menghambat profesionalisasi.
Menghentikan minimarket tidak serta-merta menyelesaikan persoalan itu. Tanpa reformasi internal, koperasi tetap akan menghadapi masalah yang sama, hanya tanpa pembanding yang mendorongnya berubah.
Jalan Tengah untuk Pembuat Kebijakan
Alih-alih memilih pendekatan konfrontatif, pemerintah bisa mengambil jalur yang lebih konstruktif. Penguatan koperasi seharusnya difokuskan pada pembenahan tata kelola dan peningkatan daya saing.
Standar audit yang ketat, manajemen profesional berbasis kompetensi, dan pelaporan keuangan yang transparan adalah fondasi dasar.
Digitalisasi juga bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan.
Sistem pencatatan terintegrasi, pengadaan barang kolektif antar koperasi, serta pemanfaatan teknologi pembayaran akan meningkatkan efisiensi sekaligus kepercayaan anggota.
Kemitraan dapat menjadi strategi yang lebih produktif dibanding pembatasan. Ritel modern bisa menjadi kanal distribusi produk desa, sementara koperasi memperkuat perannya sebagai agregator komoditas lokal.













