Shannedy menambahkan, “keunggulan spektrum 1,4 GHz memberikan kekuatan pada penetrasi indoor, memastikan konektivitas yang stabil dan andal bagi rumah tangga di Pulau Jawa, Maluku dan Papua,” ungkapnya.
Menurut Shannedy, pengembangan jaringan tahun 2026 mencakup lebih dari 5.500 site. Dengan target 5.500 site jaringan aktif pada tahun 2026, implementasi ini menjadi salah satu rollout awal 5G FWA terbesar di kawasan. Adapun jaringan IRA terintegrasi dengan backbone fiber nasional milik SURGE untuk memastikan kapasitas backhaul yang kuat, stabil, dan siap dalam skala besar.
Seperti diketahui, Frekuensi 1,4 GHz memiliki keunggulan teknis dalam penetrasi indoor, memungkinkan sinyal yang lebih kuat dan stabil di dalam bangunan serta area padat penduduk. Hal ini sangat relevan bagi segmen rumah tangga kelas menengah ke bawah di wilayah urban dan semi-urban, di mana kualitas pengalaman pengguna sangat dipengaruhi oleh kekuatan sinyal dalam ruangan.
Dengan menghilangkan biaya instalasi dan sewa modem serta harga terjangkau, IRA diposisikan sebagai platform fixed broadband nasional untuk mempercepat penetrasi internet dan pemerataan akses digital di Indonesia.












