Namun, emiten ritel alat-alat rumah tangga itu mencatat laba kotor sebesar Rp1,75 triliun pada semester I 2024, melambung 159,8% dari Rp674,88 miliar pada semester I 2023.
Setelah dikurangi beban usaha, Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp747,40 miliar pada enam bulan pertama 2024, meningkat 190,76% dibanding Rp247,04 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Adapun laba bersih Perseroan, meroket 255,86% mencapai Rp534,73 miliar pada semester I 2024 jika dibandingkan Rp150,26 miliar pada semester I tahun 2023.
Per 30 Juni 2024, total aset MDIY sebesar Rp4,84 triliun, naik 32,89% dari Rp3,64 triliun per Desember 2023.
Sementara itu, jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2024, masing-masing sebesar Rp2,71 triliun dan Rp2,13 triliun.
Terkait kebijakan dividen, para pemegang saham Perseroan pun berharap dapat memperoleh dividen dari MDIY.
Tentunya dengan pencapaian kinerja laba yang signifikan.
Harapan sama juga diimpikan oleh para pemegang saham baru yang berasal dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, mereka akan memperoleh hak sama dan sederajat dengan pemegang saham lama Perseroan, termasuk hak menerima dividen.
Berdasarkan UUPT, pembagian dividen dilakukan berdasarkan keputusan RUPST.













