Sedangkan pada hari ini harga saham perusahaan pengolahan udang ini masih berada di bawah harga IPO, yakni di level Rp312 per saham.
Lebih lanjut Martinus mengatakan, pembangunan pabrik baru di Situbondo diharapkan bisa meningkatkan volume penjualan dan menambah varian produk value added yang akan dipasarkan PMMP.
“Terkait volume dan total penjualan PMMP, pada 2020 kami memperkirakan akan bertumbuh sebesar kurang lebih 18 persen (year-on-year) didorong oleh meningkatnya demand pelaku pasar ritel di Amerika Serikat, yang merupakan fokus penjualan kami,” ujar Martinus.
Sedangkan pada 2021, menurut Martinus, PMMP menargetkan peningkatan volume penjualan menjadi 20.000 ton dan peningkatan nilai penjualan sebesar 12 persen menjadi USD190 juta.
“Rencananya, pabrik baru ini akan fokus pada produk value added, sejalan dengan strategi usaha perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan produk value added,” tuturnya













