“Strategi kami dalam meningkatkan basis pelanggan yang ada pada perbankan ritel, perbankan bisnis dan perbankan global adalah dengan mengoptimalkan cross sell serta meningkatkan referral yang telah memberikan hasil positif dalam meningkatkan simpanan nasabah kami,” papar Dato.
Faktor-faktor lain yang mendukung kinerja BII selama Semester I-2013, terang Dato, datang dari peningkatan bunga bersih sebesar 9 persen dari Rp2,6 triliun pada Juni 2012 menjadi Rp2,8 triliun pada Juni 2013. Selain itu juga adanya peningkatan 5 persen pada fee based income dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,17 triliun.
Sementara itu, lanjut Dato, kredit CIMB Niaga meningkat 16 persen selama Semester I-2013, dari Rp73,5 triliun pada Juni 2012 menjadi Rp85,1 triliun pada Juni 2013. Kredit business banking (UKM dan Komersial) mengalami pertumbuhan paling tinggi, yaitu dari Rp23,5 triliun menjadi Rp30,2 triliun atau meningkat 29 persen.
Kredit retail meningkat 16 persen dari Rp26,7 triliun menjadi Rp31,1 triliun. Kredit global banking kembali mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen dari Rp23,3 triliun menjadi Rp23,9 triliun, setelah sempat menurun pada Kuartal I-2013 sebagai dampak penyesuaian portofolio dalam upaya mengelola risiko kredit secara proaktif.















