ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Makroekonomi

Birokrat Dinilai Hambat Pengentasan Kemiskinan

gatti Reporter : gatti
1 Mar 2024, 10 : 34 PM
3k 158
0
Anggota Komisi XI DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa

Anggota Komisi XI DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT


JAKARTA-Pengentasan kemiskinan seharusnya mencapai angka significan.

Namun kenyataannya target pencapaian MDGs masih terhambat.

Dalam pelayanan publik di sektor kesehatan dasar, penyediaan air bersih, kebersihan, dan transportasi umum masih jauh dari kebutuhan masyarakat pendapatan menengah. Kinerga Indonesia dalam pencapaian 12 sasaran Pembangunan Milenium (MDGs) juga belum ada peningkatan signifikan.

BacaJuga :

Kebijakan Prabowo Bikin Ekspor Pangan RI Naik Rp 158,38 T Setahun, Impor Turun Rp 34,08 T

Dewan Ekonomi Nasional Usul Pejabat Baru Isi Jabatan Dirut BEI

Scroll untuk lanjutkan membaca.

“Indonesia seharusnya dapat mencapai prestasi lebih baik dalam tata pemerintahan, pelayanan publik, dan pengentasan kemiskinan, tepi terkendala oleh rendahnya kapasitas kelembagaan aparatur negara dan sektor swasta,” kata Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar Sudarsa di sela-sela workshop “Bedah RUU Tentang Aparatur Sipil Negara” di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (3/9).

Menurut Agun, reformasi ekonomi dan politik di Indonesia telah menggelinding kencang. Namun, reformasi birokrasi yang melibatkan 4,7 juta aparatur sipil negara (ASN) ternyata berjalan begitu lamban dan belum mampu mencapai prestasi terbaik dalam manajemen pemerintahan dan pelayanan publik.

“Hal ini terjadi karena semua komponen dalam pengembangan sumberdaya ASN belum tersentuh oleh program reformasi birokrasi ,” ujarnya

Dikatakan Agun, pemerintah perlu mempercepat reformasi birokrasi, dan kini yang dibutuhkan adalah panduan yang baku, yakni Undang-undang ASN.

Tuntutan adanya aturan baru tersebut, karena bisa kita lihat perkembangan Indonesia setelah era reformasi memang begitu cepat dan terbuka.

Penerapan demokrasi multi-partai dan sistem presidensial lewat Pemilu 1999 mengharuskan Presiden membentuk pemerintahan koalisi yang cenderung tidak stabil.

Karena itu, untuk menjaga agar pelayanan publik dan pelaksanaan fungsi pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan kontinyu dan stabil, perlu dibangun ASN yang profesional dan independen dari struktur politik pemerintahan negara.

“Di sini perlu dipisahkan secara tegas antara jabtan politik yang harus netral dari intervensi politik, serta harus ada pelarangan PNS menjadi anggota parpol,” tegasnya.

Desentralisasi pemerintahan selama 10 tahun pertama reformasi telah menciptakan jaringan pemerintahan sub-nasional yang sangat besar dan kompleks yang meliputi 33 provinsi, 497 kabupatren kota.

Untuk memobolisasi jaringan besar yang mampu mencapai sasaran-sasaran pembangunan, diperlukan aparatur negara yang profesional dan memiliki stabilitas tinggi.

“Untuk menciptakan ASN seeprti itu diperlukan netralitas, a-politis, dan independensi yang cukup besar,” katanya.

Ia mengutip data yang dikeluarkan Bank Dunia, efektivitas pemerintahan sejak 2002 menunjukkan trend naik, tapi belum signifikan.

Hal itu karena efektivitas pemerintahan masih rendah, pelayanan publik semakin tertinggaloleh keperluan publik, dan kesejahteraan pegawai dan pensiunan masih belum memadai.

UU ASN nantinya diharapkan menjadi pengatur untuk reformasi birokrasi.

Di dalamnya akan mengatur manajemen sumber daya ASN, penataan kelembagaan, pengadaan pegawai ASN dan aparatur eksekutif senior, tentang jabatan dan penempatanpengembangan karir, promosi dan penilain kerja.

Selain itu juga soal penggajian, tunjangan, kesejahteraan, penghargaan terhadap ASN, perlindungan, pemberhentian pegawai ASN, hak menduduki jabtan negara, dan masalah organisasi para ASN, serta sistem informasi dan penyelesaian sengketa.

Hal tak boleh dilewatkan adalah masalah ledakan pensiun yang dipastikan akan terjadi pada dekade 2010-2024.

Menurut Agun, Bank Dunia memperhitungkan pada 2010-2014 jumlah PNS yang memasuki pensiun mencapai 2,5 juta orang, dan saat ini saja jumlah pensiunan 2,43 orang.

“Sehingga pada 2015 total pensiunan mencapai 4,9 juta orang, atau lebih besar dari PNS sekarang yakni 4,7juta orang. Ledakan pensiunan ini harus diantisipasi, terkait gaji pensiunan yang nantinya diperkirakan mencapai Rp90 triliun,” tegasnya.

Share1290Tweet806SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Semen Mortar Terdongkrak Pasar Properti

Berita Selanjutnya

Industri Otomotif Dorong Permintaan Industri Kaca Lembaran

Berita Terkait

DPRD Manggarai Barat Rekomendasikan Bentuk Satgas Penertiban Kapal Wisata
Pariwisata

DPRD Manggarai Barat Rekomendasikan Bentuk Satgas Penertiban Kapal Wisata

16 Feb 2026, 7 : 51 PM
Ketum Partai Pembaruan Bangsa Minta Prabowo Bentuk BUMN Digital, Ini Alasannya
Industri

Ketum Partai Pembaruan Bangsa Minta Prabowo Bentuk BUMN Digital, Ini Alasannya

16 Feb 2026, 7 : 24 PM
Prabowo Klaim Angka Kemiskinan Turun ke 8,47 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah RI
Makroekonomi

Kebijakan Prabowo Bikin Ekspor Pangan RI Naik Rp 158,38 T Setahun, Impor Turun Rp 34,08 T

16 Feb 2026, 6 : 16 PM
Dewan Ekonomi Nasional Usul Pejabat Baru Isi Jabatan Dirut BEI
Makroekonomi

Dewan Ekonomi Nasional Usul Pejabat Baru Isi Jabatan Dirut BEI

15 Feb 2026, 5 : 48 PM
Kunjungi Serta Berikan Bantuan Korban Bencana di Pacitan, Novita Hardini: Kebutuhan Dasar Harus Segera di Penuhi
Makroekonomi

Kunjungi Serta Berikan Bantuan Korban Bencana di Pacitan, Novita Hardini: Kebutuhan Dasar Harus Segera di Penuhi

13 Feb 2026, 10 : 01 AM
Hamdan Zoelva Soroti Polemik HPL dan Putusan Serta Merta dalam Seminar Hukum Agraria di PSHA FH Usakti
Hukum

Hamdan Zoelva Soroti Polemik HPL dan Putusan Serta Merta dalam Seminar Hukum Agraria di PSHA FH Usakti

12 Feb 2026, 7 : 09 PM
Berita Selanjutnya
Industri Otomotif Dorong Permintaan Industri Kaca Lembaran

Industri Otomotif Dorong Permintaan Industri Kaca Lembaran

Asbisindo Desak DPR Revisi UU Perbankan Syariah

Asbisindo Desak DPR Revisi UU Perbankan Syariah

ICB Bumiputera Buka Kantor Cabang Baru

ICB Bumiputera Buka Kantor Cabang Baru

Berita Populer

  • PSN Tambak Udang Harus Jadi Peluang Nyata Bagi SDM Lokal Sumba Timur

    PSN Tambak Udang Harus Jadi Peluang Nyata Bagi SDM Lokal Sumba Timur

    3248 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • Hamdan Zoelva Soroti Polemik HPL dan Putusan Serta Merta dalam Seminar Hukum Agraria di PSHA FH Usakti

    3247 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • Awal Puasa Dimulai Pada Kamis 19 Februari 2026

    3242 shares
    Share 1297 Tweet 811
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3520 shares
    Share 1408 Tweet 880
  • IHSG Sesi I Turun 0,38% ke 8.259,165 Akibat Saham BBCA, TLKM dan BUMI

    3241 shares
    Share 1296 Tweet 810

Opini

Awal Puasa Dimulai Pada Kamis 19 Februari 2026

Awal Puasa Dimulai Pada Kamis 19 Februari 2026

18 Feb 2026, 12 : 46 AM
Pakar Nilai Kejagung Bakal Sulit Usut Laporan Genosida Israel

Pakar Nilai Kejagung Bakal Sulit Usut Laporan Genosida Israel

17 Feb 2026, 7 : 42 PM
LINK Siap Jual dan Alihkan ServeCo ke EXCL Sebesar Rp1,87 Triliun

Rugi Bersih LINK di 2025 Bengkak Jadi Rp1,45 Triliun, Saldo Laba Jeblok 75,8%

17 Feb 2026, 3 : 12 PM
Pembiayaan Berkelanjutan BSI Naik 11,20%

Pembiayaan Berkelanjutan BSI Naik 11,20%

17 Feb 2026, 2 : 49 PM
Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini Terus Direvisi Naik

Diversifikasi dan Income Asset di Tengah Gejolak Geopolitik

17 Feb 2026, 12 : 35 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.