Padahal jelas dia pangan kontribusi terhadap inflasi sangat besar. Indikasinya, tekanan inflasi yang cukup besar pada Februari 2013. “Nah ini jadi perhatian yang serius dan bisa berdampak sistemik, nggak cuma keuangann saja nantinya, itu kalau tidak terhandle,” jelas dia.
Dia menjelaskan, defisit neraca perdagangan Indonesia terburuk sepanjang sejarah. Dan kondisi ini akan berlanjut di tahun 2013. “Seumur-umur saja kita nggak pernah, disaat krisis saja neraca perdagangan kita saja nggak pernah defisit. Nah ini yang harus dicermati betul, apalagi selain migas, migas kan udah pasti penyumbang defisit yang besar, karena tergantungan kita terhadap bahan bakar minyak ( BBM) yang sangat tinggi,” imbuh dia.
Tetapi non migasnya juga defisit. “Ini kan neraca perdagangan kita untuk pangan, itu udah 60 persen impor, itu udah terjadi deficit,” tutur dia.
Hal ini menyebabkan kemirisan neraca perdagangan deficit. “Artinya, pertumbuhan yang dari investasi selama 2012 sangat besar dan selama ini juga melampaui target, tapi implikasinya adalah investasi-investasi yang di approve ini berbahan baku impor dan juga bahan yang sangat luar biasa besar, ini yang menyebabkan defisit neraca perdagangan,” jelas dia.














