Untuk mencegah dampak sistemik ekonomi Indonesia, Enny berharap agar pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang tepat. Selama ini, dia menilai, kebijakan pemerintah tidak pruden. Bahkan, ketika terjadi defisit neraca perdagangan, pemerintah langsung panic.”Tiba-tiba ada pembatasan dengan sistem kuota impor-impor holtikultura. Padahal, tidak semua persoalan bisa diselesaikan demikian,” kata dia.
Artinya kalau kebijakan pemerintah cuma reaksi dan tidak terkoordinasi dengan baik justru semakin memperburuk. Mestinya, pemerintah mulai membenahi sektor-sektor yang mengurangi ketergantungan impor. Salah satu sektornya adalah sektor pertanian. “Sektor pertanian kita punya potensi. Kalau industri kita masih panjang permasalahannya, masalah daya saing, teknologi dan segala macam. Tapi, kalau pertanian potensinya itu ada di depan mata, kita kan negara agraris, sehingga memberikan kebijakan tepat yang saja, supaya minimal neraca perdagangan untuk pangan pertanian kita ini bagus, tapi tidak buang-buang devisa percuma untuk kertegantungan impor pangan,” pungkas dia














