Dikatakannya, Indonesia dengan letak geografis yang terdiri dari kepulauan dan banyak daerah pertambangan dan perkebunan, memungkinkan kebutuhan helikopter sebagai alat transportasi akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang.
“Untuk itu kami membutuhkan dukungan pemerintah dalam memajukan bisnis ini yang sampai sekarang memang belum terlalu berkembang karena memang segmennya terbatas dan bukan merupakan transportasi massal,” katanya.
Terkait dengan kehadiran taksi udara ini, kata dia, tentu menjadi salah satu alternatif transportasi. Berkaca dari musim mudik tahun sebelumnya, banyak penumpang yang tidak kebagian tiket jalur darat karena ludes terjual, perusahaan transportasi helikopter yang bernama Helicity ini, bisa menjadi salah satu transportasi alternatif itu, terutama untuk mudik Lebaran.
Helicity juga melayani rute penerbangan di wilayah Jakarta sekitarnya. Masyarakat bisa diajak mengunjungi tempat-tempat wisata seperti di Kepulauan Seribu dengan menggunakan helikopter. Harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp5,6 juta untuk 4 orang.
Sejak diluncurkan Desember 2017, beragam tujuan telah dilalui Helicity mulai dari Bandung, Bogor, Sukabumi dan Cirebon. Tentu saja juga melayani keliling Jakarta. Para penggunanya pun beragam, mulai dari keluarga, artis hingga pengusaha. Jumlah penerbangan Helicity mencapai 40 penerbangan per bulan.













