Arif menyampaikan, hingga akhir Semester I-2025 total aset BJTM (konsolidasian) mencapai Rp118,15 triliun atau bertumbuh 16,71 persen (year-on-year), dengan perolehan laba bersih Rp811 miliar atau naik 30,64 persen.
Secara individu (bank only), aset sebesar Rp101,75 triliun dengan laba bersih Rp703 miliar atau bertumbuh 13,26 persen (y-o-y).
Menurut Arif, penyaluran kredit konsumtif meningkat 12,75 persen (y-o-y) menjadi Rp35,79 triliun, sementara itu portofolio kredit produktif bertumbuh 19,71 persen (y-o-y) menjadi Rp31,51 triliun.
Dia mengungkapkan, peningkatan ini ditopang segmentasi account officer, optimalisasi tenaga kerja dan monitoring berkala.
Pada sisi layanan, kata dia, jaringan konvensional Bank Jatim dan platform digital JConnect menjadi keunggulan perseroan.
Hingga kini, Agen Jatim tercatat sebanyak 14.008 agen yang tidak hanya memperluas basis nasabah, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan kredit melalui metode referral.
Selain kinerja bisnis, ungkao Arif, Bank Jatim berkomitmen pada value creation dan keberlanjutan.
Pada 2024, kredit berwawasan lingkungan yang disalurkan mencapai Rp5,65 triliun dan disertai program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, dan sosial.















