Ada media asing menyebutkan investasi kilang tuban mencapai Rp 1993 Triliun.
Ada juga media menyebut Rp 199 Triliun. BKPM menyebut angka Rp 225 Triliun ada juga mengatakan Rp 700 Triliun.
Nilai ini penting karena menyangkut harga kepemikikan saham yang dibayar masing masing pemegang saham.
Makin mahal nilai investasi, makin sulit bagi Pertamina untuk andil.
Tetapi walaupun investor belum bawa uang sepeserpun, anehnya sudah ada pembebasan lahan dengan konsep ganti untung.
Ini pake uang siapa?
Uang pemerintah atau uang Pertamina? kok bisa investor asingnya belum ada, tapi Pertamina sudah membebaskan lahan.
Pertamina dapat uang darimana? Itu lahan lahan yang dibeli punya siapa?
Dan buat apa lahan hingga mencapai 841 hektar lebih dibeli untuk sebuah kilang? Benarkah kebutuhannya seluas itu ?
Sebetulnya kilang Tuban sudah gagal. Buktinya dalam lima tahun tidak ada kemajuan apa apa.
Tidak investor yang sungguh sungguh tertarik. Semua investor cuma menawarkan janji sejak direktor Mega Project di Pertamina dibentuk, hingga direktor Mega Project Pertamina dibubarkan, semua janji itu tak kunjung terealisasi bahkan sepeserpun tidak.
Lalu tiba tiba heboh pembebasan lahan di berbagai media.
Belum jelas siapa pelaku pembebasan lahan? Investor swasta, Pertamina atau APBN melalui BKPM.














