Oleh: Sasmito Hadinegoro
Mengingat nama Senior Ekonom (Alm) Drs Kwik Kian Gie, saya mengenang dan teringat Kembali moment bersejarah pertemuan saya dengan pak Kwik beberapa waktu lalu.
Beberapa bulan lalu sebelum beliau wafat, saya sempat bertandang ke rumahnya di Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Meski sudah sepuh berusia 90 tahun, pak Kwik tetap bersemangat berdiskusi berbagai macam topik, terutama mengenai topik kebangsaan Indonesia.
Banyak sekali nilai-nilai kebangsaan yang diwarisi pak Kwik bagi generasi muda bangsa ini.
Bagi saya, pak Kwik adalah sosok yang sangat mencintai Indonesia dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.
Memang dalam setahun terakhir ini, saya beberapa kali ngobrol dengan pak Kwik di kediamannya.
Bahkan disela-sela obrolan, saya memberitahu pak Kwik bahwa sebelum HUT Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 2025, saya akan menggelar seminar kebangsaan.
Dan pak Kwik menyetujuinya.
Saya menyampaikan usul kepada Pak Kwik soal tema Diskusi Publik ini.
Kami mengambil tema diskusi berjudul:” Pornografi Keuangan Negara”.
Dan lagi-lagi pak Kwik setuju dengan tema itu.
Bahkan Term of Reference (TOR) diskusi telah dibikinkan.
Namun dalam perjalanannya, muncul kekhawatiran dalam diri pak Kwik.















