Jadi, semua formalitas yang diperlukan dapat diperoleh dengan cepat, yang prosesnya hanya dua hari setelah tuntasnya pengeboran sumur ketiga.
Pengeboran dapat dilakukan pada akhir November 2012, dan setelah secara teknis POD (plan of development) disetujui, penyelesaian pekerjaan platform dilakukan bersamaan dengan pemboran.
Platform diselesaikan Januari 2013.
Penyelesaian pipa produksi antara lapangan PHE KE-38B dan KE-38A sempat terhambat cuaca buruk pada bulan Januari dan Februari lalu.
Namun setelah cuaca membaik, penyelesaian pipa produksi diselesaikan pada tgl 11 Maret 2013 dan produksi pertama sumur PHE KE-38B-1 dapat dialirkan dua hari kemudian.
“Ini juga untuk mewujudkan komitmen PHE WMO untuk bisa menahan laju penurunan produksi, dan sesegera mungkin meningkatkan produksi,” imbuhnya
Ditempat terpisah, Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi, Muliawan berharap produksi minyak Blok West Madura Offshore di laut utara Jawa Timur bisa mencapai target APBN 2013 sebesar 22.000 barel per hari.
“Operator WMO, PT Pertamina Hulu Energi WMO mulai menunjukkan hasil. Produksi mulai meningkat,” katanya.
Namun Muliawan mengakui, keterlambatan keputusan perpanjangan kontrak kerja sama WMO telah menyebabkan produksi blok itu terus menurun.













