JAKARTA-PT Blue Bird Tbk (“Blue Bird”) perusahaan jasa transportasi terintegrasi dengan 15 anak perusahaan yang bergerak di bidang transportasi penumpang dan jasa pengangkutan darat, menyelenggarakan paparan publik (Public Expose), sehubungan dengan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Langkah IPO Blue Bird tersebut untuk mendukung rencana pengembangan usaha perseroan dalam mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di bidang jasa transportasi, khususnya layanan transportasi penumpang dan jasa pengangkutan darat. “Kami yakin dengan integrasi bisnis di antara entitas anak perusahaan dan didukung oleh nilai-nilai serta pengalaman kami, Blue Bird dapat memberikan akses transportasi publik yang memiliki layanan inovatif, aman, dan mampu diandalkan, sehingga dapat meningkatkan keuntungan perseroan dan keberlanjutan bisnis kami,” ujar Purnomo Prawiro, Presiden Direktur PT Blue Bird Tbk di Jakarta, Jumat (03/10).
Dalam IPO tersebut, Blue Bird berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 531.400.000 lembar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan modal disetor penuh Perseroan setelah penawaran umum perdananya. “Saham yang kami tawarkan kepada publik adalah sampai dengan 20 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum. Harga perdana dalam kisaran Rp 7.200 – 9.300 per lembar saham,” ujar Purnomo.













