Dia mencemaskan NU bisa kehilangan roh jihadnya. Justru yang muncul adalah semangat pragmatisme. Kalau mau pragmatisme, sebaiknya jangan ke NU, tapi ke partai. “NU itu ormas. Paradigma Parpol harus dipisahkan dengan NU. Itu (paradigma parpol masuk NU) harus kita cegah,” jelasnya.
Gus Solah meminta agar muktamirin jangan menganggu dan memperbaiki NU ke depan. Sebab, NU aset bangsa Indonesia yang didirikan ulama yang ilmunya tinggi dan ikhlas.
“Jadi, jangan dikotori praktek yang tidak baik. Jauhi praktek monopoli. Berillah NU manfaat, jangan manfaatkan NU untuk kepentingan pribadi dan kelompok,” imbuhnya. **cea













