JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp197 triliun sepanjang tahun 2025. Nilai pembiayaan tersebut setara dengan 22% dari total kredit BNI. Hal ini menandai penguatan peran perseroan dalam mendorong pembiayaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan risiko jangka panjang.
Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (10/2/2026) mengatakan, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI disalurkan ke berbagai sektor strategis. Mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, hingga pengelolaan air dan limbah.
“Capaian ini mencerminkan komitmen BNI dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” kata Alexandra.
Sepanjang 2025, papar Alexandra, BNI memperkuat implementasi keberlanjutan melalui tiga Pilar Keberlanjutan yang tertuang dalam ESG Blueprint, yakni Sustainable Finance, Corporate Sustainability, serta Inclusion & Resilience. Ketiga pilar tersebut mengintegrasikan kerangka ESG dengan lima pilar keberlanjutan BNI sebagai fondasi penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh di seluruh lini bisnis.














