Realisasi kredit tersebut menempatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) BNI pada posisi 85,7% atau lebih tinggi dibandingkan Kuartal III 2013 yang berada pada level 84,7%. LDR ini masih berada pada batas wajar sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI). Peningkatan kredit ini juga menunjukkan upaya BNI untuk terus meningkatkan fungsi intermediasinya dan menjadi agen pembangunan ekonomi di Indonesia.
Kualitas kredit pun membaik, ditandai dengan menurunnya Net NPL maupun Gross NPL. Net NPL turun dari 0,6% pada Kuartal III -2013 menjadi 0,5% pada Kuartal III -2014, sedangkan Gross NPL turun dari 2,4% pada Kuartal III -2013 menjadi 2,2% pada Kuartal III-2014. Sesuai prinsip kehati-hatian, BNI juga meningkatkan rasio pencadangan (coverage ratio) dari 125,2% pada Kuartal III-2013 menjadi 129,0% pada Kuartal III-2014.
Lebih lanjut dia menjelaskan, membaiknya pertumbuhan kredit dikontribusikan dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,9%, yaitu dari Rp 275,63 triliun pada Kuartal III-2013 menjadi Rp 308,33 triliun pada Kuartal III-2014. “Kualitas DPK pun semakin dijaga dengan fokus utama pada penghimpunan dana murah berupa Current Account Saving Account (CASA) yang pada Kuartal III-2014 mencakup 62% dari total DPK,” tuturnya.














