Menurutnya, kombinasi kucuran kredit yang tumbuh 14,1% dengan CASA yang tetap dominan telah mendorong pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) BNI pada Kuartal III-2014 ini. Dominasi dana murah dalam DPK BNI merupakan bentuk tingginya animo masyarakat untuk tetap menabung di BNI. Hal itu tidak terlepas dari peningkatan layanan yang disiapkan BNI, dimana salah satu indikatornya adalah penambahan jumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang telah mencapai 11.849 unit di seluruh Indonesia, per 30 September 2014.
Upaya mempertahankan dominasi dana murah juga terus dilakukan BNI melalui penguatan Layanan Transaksional Banking, baik di sektor Bisnis Banking maupun Konsumer & Ritel. Di sektor Bisnis Banking, layanan Cash Management (dengan platform BNIDirect) dan Trade Finance merupakan dua layanan unggulan yang disiapkan. “Adapun di sektor Konsumer & Ritel, BNI menjadi bank asal Indonesia pertama yang memberikan layanan ATM di luar negeri dengan fitur transaksi yang sama lengkapnya dengan ATM di Indonesia, yaitu 4 ATM di Hong Kong dan 2 ATM lagi akan segera diresmikan di Singapura,” imbuhnya.
Sementara itu, pada Kuartal III-2014, BNI mampu mempertahankan rasio return on asset (ROA) pada posisi 3,3%. BNI juga mencatat return on equity (ROE) sebesar 22,7% pada Kuartal III-2014.














