Diharapkan dari kerjasama tersebut dan dengan adanya unit Japan Desk di BNI dapat memberikan berbagai fasilitas kepada calon nasabah UKM asal Jepang yang merelokasi usahanya ke Indonesia.
Fasilitas yang diberikan BNI antara lain, pemberian kredit rupiah, informasi tentang kondisi perekonomian Indonesia, penjelasan iklim investasi di Indonesia, dan penyelesaian perizinan usaha di Indonesia.
Pemimpin Divisi Internasional BNI, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, kolaborasi dan kerjasama BNI dengan bank-bank asal Jepang ini untuk memanfaatkan momentum arus investasi perusahaan Jepang ke Indonesia yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan.
Komoditas penting yang diimpor Jepang dari Indonesia antara lain adalah minyak, gas alam cair, batubara, hasil tambang, udang, pulp, tekstil dan produk tekstil, mesin, dan perlengkapan listrik.
Di lain pihak, barang-barang yang diekspor Jepang ke Indonesia meliputi mesin-mesin dan suku-cadang, produk plastik dan kimia, baja, perlengkapan listrik, suku-cadang elektronik, mesin alat transportasi dan suku-cadang mobil.
Terdapat kurang lebih 1.000 perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia (sumber: JETRO). Perusahaan-perusahaan tersebut memperkerjakan lebih dari 32.000 pekerja Indonesia yang menjadikan Jepang sebagai negara penyedia lapangan kerja nomor 1 di Indonesia (sumber: BKPM).















