“Pinjaman terhadap industri Batubara memang harus dihentikan dari sekarang,” tegasnya.
Menurut Interim Indonesia Team Leader 350, Firdaus Cahyadi, peran mereka dalam mendanai krisis iklim melalui pendanaan ke energi kotor Batubara sangat mengecewakan.
“Kebijakan mereka mendanai Batubara sangat mengecewakan kita semua, termasuk nasabah-nasabah keempat bank itu, “ujar Firdaus Cahyadi.
“BNI misalnya beberapa kali mengklaim mendukung upaya pengurangan gas rumah kaca, penyebab krisis iklim, namun ternyata masih mendanai batu bara. Ini sungguh mengecewakan,” tegasnya.
Keterlibatan masyarakat, termasuk masyarakat adat juga diperlukan dalam mengatasi krisis iklim.
“Dalam laporan IPCC yang berkaitan dengan dampak, adaptasi, dan kerentanan ini ditekankan pentingnya peran masyarakat adat dan masyarakat lokal karena mereka memiliki pengetahuan tentang dunia, tentang alam,“ ujar Brigitta Isworo Laksmi, jurnalis lingkungan senior.
“Penting untuk melibatkan mereka karena mereka yang tahu cara mengatasi krisis iklim,” tambahnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki demikian banyak masyarakat adat mestinya bisa mengambil langkah strategis dengan melibatkan mereka dalam merencanakan pembangunan untuk ketahanan iklim atau climate resilient development.













