Lionel mengaku hobi barunya, melukis, muncul gara-gara bosan di dalam rumah di masa pandemi.
Awalnya ia suka menggambar Pokemon, film kartun yang sering ia tonton semasa kecil.
Setelah Covid-19 menghilang ia mulai beralih menggambar pahlawan karena terinspirasi gambar pahlawan yang ada di rumah.
Koleksi lukisan di rumahnya antara lain Pangeran Diponegoro, Dr Ratulangi, Mr Aa Maramis, Mr Arnold Mononutu, dan Nikodemus Lambertus Palar, seorang diplomat ulung yang jadi pahlawan.
“Saya mulai menggambar wajah orang-orang tapi masih belum berhasil. Gak sesuai ekspektasi. Saya kemudian belajar lewat youtube dan saya disarankan mulai belajar menggambar objek atau hewan. Jadi saya coba gambar harimau, kucing, anjing, vas bunga, dan lain-lain. Di situ arsiran pensil saya mulai bagus dan kembali coba menggambar wajah,” ujarnya.
Lalu bagaimana ceritanya Lionel punya ide untuk menggambar Paus Fransiskus?
“Saya menggambar Paus Fransiskus selain karena beliau mau ke Indonesia, sekolah saya kebagian tempat untuk bisa mengikuti misa bersama Paus di GBK nanti. Jadi saya pikir kalau saya gambar beliau ada kemungkinan saya bisa minta tanda tangannya,” ujarnya polos.
Lantaran sudah terbiasa menggambar sketsa tokoh nasional, Lionel cuma butuh tiga kali menskets sosok Paus Fransiskus dan betapa bahagia tak terkira saat sketsa karyanya sampai ke tangan Paus Fransiskus.















