JAKARTA – Teka-teki seputar perombakan Kabinet Jokowi-Ma’ruf (reshuffle) kian menguat.
Isu ini makin kencang seiring dengan adanya dua pos kosong menteri yaitu Menteri Sosial dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).
Berdasarkan nama yang beredar di masyarakat, sejumlah nama baru serta aktifis 98 masuk dalam barisan kabinet baru nantinya.
“Saya dapat bocoran, akan ada aktifis 98 masuk dalam kabinet baru nantinya,” ujar Ketua Rumah Politik Indonesia, Fernando Sitorus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/12).
Menurut Fernando, jika informasi yang diterimanya benar maka Presiden Jokowi menepati janjinya.
Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi secara eksplisit mengungkapkan akan menempatkan aktifis 98 dalam kabinet.
“Bagaimanapun, Jokowi harus mengambil langkah yang berani, dan mencari calon menteri yang sudah teruji, yang mampu untuk selalu berada di garda depan soal berbangsa dan bernegara. Selain menteri, KSP pun harus diganti,” ujar Fernando.
Dosen UTA 45 ini juga mengatakan, Jokowi memang mesti mengambil dari aktivis 98. Sebagaimana yang pernah dijanjikan Presiden Jokowi ( 16/6/2019 ).
Apalagi, aktifis 98 sudah teruji kematangan dan militansinya. Artinya, jangan pilih aktifis 98 yang kaleng-kaleng tentunya.
“Maka dari itu pernah saya sampaikan, saya sangat rekomendasikan kawan-kawan 98 bisa masuk dalam kabinet. Apalagi Jokowi pernah berjanji akan ada aktivis 98 yang menjadi menteri,” terangnya.
“Saya rasa saat ini sudah waktunya menepati janji tersebut dan menjadi momen yang tepat. Apalagi kita sama-sama tahu, sejumlah kawan-kawan aktivis 98 bisa dibilang cukup layak untuk menempati posisi tersebut, yang bisa kita lihat dari sepak tarjangnya beberapa waktu belakangan,” ujarnya.














