Penurunan penjualan BOLT terjadi di Kuartal II-2020, yaitu sebesar 70,53 persen (y-o-y).
Sementara itu, rugi bersih BOLT di Semester I-2020 tercatat sebesar Rp10,5 miliar atau menurun 152,16 persen (y-o-y).
“Diperkirakan sampai akhir 2020 ini masih rugi atau negatif sekitar 3-5 persen,” ucap Anthony.
Lebih lanjut dia menyebutkan, program penghematan dan pengurangan biaya sudah dilakukan BOLT, namun tetap tidak bisa mengimbangi penurunan tajam pada penjualan di paruh pertama tahun ini.
“Industri otomotif sebagai salah satu industri strategis bagi Indonesia akan kembali bertumbuh, seiring dengan pemulihan ekonomi,” ulasnya.
Anthony mengatakan, penambahan bisnis BOLT ke pasar global akan tetap berjalan di paruh kedua tahun ini, karena prospek dari pelanggan baru di pasar ekspor akan menunjang pertumbuhan penjualan.
Selama Semester I-2020, penjualan ekspor tetap mengalami peningkatan sebesar 2,69 persen (y-o-y).












