Pendapat hampir sama juga diungkapkan oleh Sosiolog Banten, Tihami yang mengatakan, jika Revolusi Mental akan dibudayakan maka harus berada pada ranah sikap (attitude). Sikap ini pada akhirnya harus menjadi character building yang akan membangun pengetahuan dan perilaku. Oleh karena itu, Revolusi mental akan mengarah pada pembangunan bangsa dalam tataran budaya baru.
Lebih lanjut dia memaparkan, pembangunan peradaban budaya membutuhkan lima hal yakni, kepastian dalam penegakan hukum, pendidikan semesta yang mengarah pada perambatan budaya sikap serta perilaku, kelancaran informasi serta komunikasi, teladan atau model, dan terakhir terbangunnya kehidupan berpolitik yang baru.
Terkait dengan Kapsul Waktu Gerakan 70 (G-70), Koordinator Panitia Daerah, Ananta Wahana menjelaskan pihaknya menyebarkan formulir isian yang diisi oleh para mahasiswa. Mimpi-mipi itu kemudian akan diperas menjadi 7 (tujuh) mimpi. Mimpi-mimpi seluruh Indonesia itu akan dikumpulkan dalam kapsul waktu dan akan dibuka pada tahun 2085. Untuk mendukung G-70 itu, Ananta menambahkan, bersama sebuah tim yang dibentuk akan menyusun buku “Menuju Banten 2085”. Seminar yang diselenggarakan mencoba untuk menangkap aspirasi dari para tokoh Banten.














