Oleh: Haris Rusly
Serial “telenovanto” yang bikin geger akal sehat itu telah digelar di depan bola mata kita.
Apakah kita akan berdiam diri dan mati beku menggenggam kebencian terhadap merosotnya keadaan negara tanpa tindakan nyata? Apakah seluruh mahasiswa dan pemuda telah menjual jiwanya kepada rezim yang hina ini?
Seorang budak belian, walaupun fisik dan pikirannya diperbudak, namun tak menjual jiwa nya kepada majikan. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, mereka menolak diperbudak. Seorang pelacur yang menjual tubuhnya, tak sedikit diantara mereka yang menolak menjual hati dan jiwanya.
Berbeda dengan kita, yang terlihat merdeka secara fisik dan pikiran, tapi justru menjual jiwa kita untuk diperbudak oleh segelintir “parasit politik”, oligarki “rent sekeers”, pemburu rente, yang kaya raya di atas penderitaan rakyat.
Kita sangat prihatin dengan keadaan generasi muda penerus bangsa saat ini. Sebagian diantaranya tak peduli lagi terhadap keadaan sosial dan politik yang nemprihatinkan, sibuk dengan dirinya sendiri. Ada banyak diantara mereka yang dirusak moralnya, lalu disandera oleh elite penguasa.
Sebagian yang lainnya telah secara sadar menjual hati, pikiran dan jiwa mereka untuk diperbudak oleh kerajaan kuasa gelap atau kekuatan kepentingan tertentu. Mereka hanya dikenalkan bahwa politik itu adalah pro atau kontra kekuasaan, menjadi relawan capres.













