Indonesia masih menghadapi realitas peningkatan angka kriminalitas di beberapa sektor, yang menempatkan Polri dalam posisi strategis untuk terus bertransformasi dan berinovasi.
“Kejahatan siber, transnasional, dan berbasis teknologi memerlukan pendekatan baru yang adaptif dan proaktif. Polri perlu terus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks dan dinamis, mulai dari radikalisme, terorisme, hingga kejahatan terorganisir yang memanfaatkan teknologi digital,” kata dia.
Hargens menegaskan dukungan dari pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, dan sinergi dengan lembaga lain menjadi kunci utama untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja Polri dalam menghadapi tantangan keamanan nasional dan global.
Menurut dia, pendekatan holistik yang melibatkan seluruh elemen bangsa diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan nasional.
“Optimisme yang tinggi menyelimuti prospek Polri di masa depan, dengan keyakinan bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, institusi ini mampu terus menjaga stabilitas keamanan nasional dan mempertahankan kepercayaan publik yang telah dibangun dengan kerja keras dan dedikasi,” pungkas Hargens.















