Boni Hargens memberikan interpretasi yang berbeda dengan Mahfud MD, yakni Perpol justru memperkuat implementasi putusan MK dengan menyediakan mekanisme internal yang lebih jelas, terstruktur, dan accountable. Boni berpendapat bahwa apa yang dilihat sebagai “melemahkan pengawasan eksternal” sebenarnya adalah “memperjelas mekanisme operasional” yang tetap sejalan dengan prinsip-prinsip MK.
“Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa kualitas argumentasi sangat bergantung pada metodologi yang digunakan. Ketika argumen dibangun dengan menghindari logical fallacies dan fokus pada analisis substantif, hasilnya adalah diskusi yang lebih produktif dan informatif. Sebaliknya, ketika argumen bergantung pada emosi, generalisasi, dan penyederhanaan, seperti yang sering muncul dalam pendekatan Mahfud MD dan Komite Reformasi Polri, hasilnya adalah perdebatan yang polarized dan kurang konstruktif,” pungkas Boni Hargens.













