JAKARTA-Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menilai, perlambatan penyaluran kredit yang tidak mampu mengimbangi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan tren penurunan loan to deposit ratio (LDR) telah menggeser isu keterbatasan likuiditas ke permasalahan baru terkait rendahnya permintaan kredit.
“Sebelumnya, masalah awal di industri perbankan ada pada prediksi ketatnya likuiditas. Namun, masalah yang ada sekarang ini justru pada rendahnya loan demand. Jadi, dalam krisis seperti ini perlu determinasi yang tinggi dan nyali yang besar untuk mengeksekusi strategi bisnis,” ujar Sunarso saat pelaksanaan Public Expose Live 2020 di Jakarta, Kamis (27/8).
Dia mengungkapkan, pelemahan pertumbuhan kredit perbankan bisa terbantu oleh ketersediaan dana yang cukup dari pemerintah berupa stimulus kepada masyarakat.
“Selain itu, perlu adanya data yang akurat dan kredibel terhadap penerima stimulus dan sistem penyaluran yang baik,” ucapnya.
Dengan demikian, jelas dia, upaya untuk mengatasi penurunan permintaan kredit harus dilakukan dengan memperlancar stimulus dari pemerintah kepada masyarakat.
“Sehingga, nanti akan timbul permintaan kredit dan selanjutnya bank siap untuk mengikuti stimulus itu dengan menyalurkan kredit,” kata Sunarso.











