Karena itu, Fahri meyakini kalau kasus dugaan korupsi e-KTP yang melibatkan Setya Novanto yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, dalam rangka memperebutkan kursi Pilpers 2019
.”Saya nggak percaya rema-rame ini, bohong saja. Kalau menurut saya ya, ini bukan soal Novanto. Tapi soal tiket yang dia pegang. Kalau saya percayanya begitu,” kata politisi dari PKS ini.
Kata Fahri lagi, Novanto selaku petinggi di Golkar itu tidak paham bahwa dia megang tiket besar, dan tidak tahu cara menjaganya, sehingga akhirnya dia kena.
“Novanto sial dia karena megang tiket besar. Dia bingungdan nggak paham kalau dia menang tiket besar,” tutup anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***















