Rapat ini juga difokuskan pada perumusan strategi promosi bersama guna meningkatkan visibilitas Floratama sebagai destinasi kawasan, sekaligus mendorong pemerataan manfaat pariwisata melalui event-event yang memberdayakan UMKM, pelaku seni budaya, komunitas lokal, dan pelaku ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono menegaskan peran penting event dalam mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di kawasan Floratama.
“Sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Labuan Bajo telah menjadi hub pariwisata yang mampu mendorong perjalanan wisatawan selama 15 tahun terakhir. Keberadaannya sebagai bagian dari koridor kawasan Floratama diharapkan semakin berkontribusi terhadap persebaran wisatawan ke wilayah Flores, Lembata, Alor, dan Bima, yang juga memiliki daya tarik unggulan,” ujar Dwi Marhen Yono.
Marhen juga menyoroti kontribusi Floratama di tingkat nasional dengan masuknya tiga event unggulan dari tiga Kabupaten di kawasan Floratama dalam katalog 110 Karisma Event Nusantara (KEN) 2025.
“Tahun ini terdapat empat event di NTT yang masuk ke dalam KEN 2025, dan tiga di antaranya berasal dari Floratama, yaitu Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Festival Wolobobo di Ngada, dan Festival Lamaholot di Lembata. Ini menjadi bukti bahwa kawasan Floratama mampu menghasilkan event berkualitas berskala nasional,” tambahnya.














