Lebih lanjut ia menyampaikan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun pengelolaan event yang selaras dan berorientasi pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan.
“Saya mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi guna menghadirkan Calendar of Event unggulan yang mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan, memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata, serta memperkuat identitas Floratama sebagai destinasi yang inklusif dan berdaya saing,” tutupnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor dan Bima, Kepala BMKG Labuan Bajo, DPC ASITA Manggarai Barat, Jayakarta Hotel dan Sudamala Resort.
Menutup kegiatan, Plt. Direktur Pemasaran BPOLBF, Sisilia Lenita Jemana menyampaikan, event dapat menjadi daya tarik wisata pada low season dan menjadi alternatif selain wisata bahari.
Dia juga menambahkan harapan, melalui forum ini dapat tersusun Calendar of Event Floratama 2026 yang lebih terencana, terpadu, dan memberikan dampak strategis bagi kemajuan industri pariwisata kawasan Floratama.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta diharapkan dapat mengirimkan rekomendasi event masing-masing daerah untuk dikurasi oleh BPOLBF sebagai bagian dari CoE Floratama 2026 yang rencananya akan dilaunching pada pertengahan Desember 2025.














