Lebih lanjut, Frans juga mengajak seluruh pihak agar tetap optimis dan terus menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi.
“Kita masih Optimis di tengah situasi keterbatasan yang dimiliki termasuk pendanaan, tetap kita tumbuhkan kreativitas, inovasi dan kolaborasi dengan mendorong kokreasi event agar tetap menghadirkan penyelenggaraan event yang profesional, sekaligus meningkatkan pengalaman kunjungan yang berkualitas dan sekaligus memberi dampak ekonomi, sosial budaya, dan Lingkungan bagi masyarakat dan daerah”, lanjut Frans.
Senada, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Noldy Pellokila menyampaikan, penyelenggaraan berbagai event pariwisata di daerah, baik yang berskala lokal, nasional, maupun internasional memberi kontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dampak dari event tersebut dapat dirasakan secara langsung baik melalui pergerakan wisatawan, pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif, pelibatan para pekerja dan pelaku seni, maupun melalui transaksi ekonomi yang terjadi pada saat event; juga dampak ikutan seperti sarana prasarana, sumber daya manusia, bahkan branding wisata daerah. Oleh karena itu kualitas penyelenggaraan event mesti menjadi perhatian yang serius oleh penyelenggara event, termasuk oleh pemerintah; juga perlu kolaborasi dengan berbagai stakeholder, terutama ditengah berbagai keterbatasan sumber daya yang dimiliki” ungkapnya.














