Bahkan, lanjut Joko, Perbarindo memperkirakan pertumbuhan kredit hingga akhir Desember 2013 bisa mencapai 22 persen. “Kami akan mempertahankan NPL (kredit bermasalah) di bawah 5 persen,” katanya.
Menurut Joko, ada dua strategi utama dari Perbarindo untuk bisa menjaga industri BPR agar tetap mampu bertahan dari krisis. “Pertama, menjaga portofolio outstanding yang sehat. Dan yang paling penting bisa tetap menjaga likuiditas untuk dapat melayani masyarakat,” tuturnya.













